Langsung ke konten utama

Ibuku Sayang...


Ibu..
Kau adalah sosok terindah yang pernah ada...
Dimana aku berada kau juga akan tetap bersamaku...
Kasih sayangmu seperti udara, tak mampu aku membalasnya...
Kau selalu mengajakku berbicara, saat aku belum mengerti kata-kata...

Kau bisa menggantikan siapapun di hidupku,
Tapi kau takkan pernah terganti...
Memang benar kasih dan sayang dari seorang kekasih bisa
pudar di telan waktu...
Tapi kasih dan sayangmu takkan pudar dengan seiring
berjalannya waktu...

Entah apa yang harus aku lakukan agar dirimu bahagia...
Aku ingin sekali engkau melihat anakmu yang hanya bisa merengek dan meminta padamu ini menjadi seseorang yang sangat berarti bagi orang lain...
Bukan hanya menyusahkanmu...

Ibuku sayang...
Aku sangat menyayangimu...
Tanpa do’amu aku takkan jadi seperti ini...
Tak pernah berhenti aku menyebut namamu dalam do’aku...
Aku bersyukur mempunyai sosok ibu yang sangat penyayang sepertimu...

Tak bisa ku melukiskan rasa sayangku ini dengan kata-kata..
Aku sangat menyayangimu bu...
Tetaplah bersamaku...
Kasih sayangmu akan abadi selamanya...

Puisi byb Agustina Wulandari - Trenggalek, Panggul

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lupakan Hati Ini

Saat daun kering berjatuhan angin kemarau membelai diri ku terdiam terpaku saat kau memilih tinggalkan ku Tapi tak mengapa ku tak membendung tangis kepergianmu anugrah bagiku Semoga kau temukan kebahagiaan disana bersamanya lalui dunia kini ku bahagia bersama sepi Tiada yang lebih baik darimu selain seseorang yang mau mengerti diriku kini ku larut dalam pencarian terakhir kuyakin Tuhan bersamaku

Gelapnya Cinta Karna Luka

Waktu berjalan begitu cepat hingga tak terasa ini rembulan pun telah redup.. cahaya yang dulunya adalah miliknya kini telah musnah ditelan oleh awan gelap yang menyelimutinya... ingin rasanya ku uraikan semua luka ini yang mulai menggelap karena rapuh lewat untaian kata. .. namun aku tak mampu aku tak terlalu kuat untuk menceritakannya.. sesaat air matapun tak terasa menderai mengingat cinta yang kini telah pergi… pergi jauh dan sulit untuk digapai kembali.. bahkan hanya untuk menyapanya pun kini tak lagi mampu... apalagi tuk berfikir bisa kembali bernyanyi bersamanya bagai hari itu.. kepingan demi kepingan luka ku ukir mencoba mengungkap tabir... namun ku tak berdaya luka ini telah membunuhku dalam gelap... bilur-bilur luka mengental harapan cinta telah sirna... akankah semuanya mampu lalui gelapnya hidupku yang gundah ini? Oh..  matahari cepatlah kau terbenam agar aku mampu mencari sinar rembulan itu kembali... meski ku tahu aku akan semakin tercekik dalam k...

Kehampaan Hidup ku Kini

Ku langkahkan kaki ini dalam kegelapan… Tanpa ku tau arah… Dengan membawa segenap luka yang kau tinggal… Langit telah berubah menjadi gelap berkelabu… Setelah kau pergi tinggalkan ku… Mawar merah yang dulu kelihatan indah… Sekarang berubah menjadi Layu… Dahulu kau yang telah meluluhkan hati ku… Sehingga ku dapat mencintaimu… Tapi kini kau telah pergi meninggalkan ku… Aku memang mempunyai banyak kekurangan… Dan aku bukanlah manusia yang sempurna… Rasanya ku ingin terbang bebas… Mencari cinta yang lain… Tapi mana mungkin ku sanggup melakukan itu… Setelah Sayap-sayap ku tlah patah karena mu… Bayangan mu selalu menghantui ku… Ini lah penghujung cintaku… Inilah akhir perjalanan kisah cintaku… Tuhan… Bila ini yang terbaik aku merelakanya… Jangan tumbuhkan rasa benci di dalam hati ini… Meski sakit yang ku rasa… Berikan senyuman pada ku… Agar aku dapat bertahan disini… By: Ria Anggraini