Langsung ke konten utama

Asa, Harapan dan Cintamu

Di matamu kulihat selaksa duka
di hatimupun tersimpan seribu duka
kemudian...kau datang padaku dengan sejuta asa
kau mengharapkanku tu' mengganti cintamu yang pernah lara
kau inginkan aku sebagai gantinya

ketika cintaku mulai berakar dan bersemi
ketika harapanmu bertemu dengan cinta ini
aku bahagia...
aku coba tu' setia
aku coba tuk tidak beranjak dari cinta
akupun berharap kau demikian adanya

namun...
manakala dukamu telah sirna
ketika lukamu tlah pupus dan musnah
kau tega ciptakan prahara
dermaga cinta... yang telah kita bangun dengan cinta kita
sengaja kau rusak tanpa sisa...
hanya karena dia kembali dan menawarkan cinta kedua

sobat...
ternyata cinta yang kuharapkan darimu
bagai embun di pagi hari
dan ketika siang datang menjelang cintapun sirna tak berbekas...
kini kusesali...
mengapa aku berjumpa denganmu
mengapa pula kutatap matamu yang penuh duka
dan mengapa kau begitu tega...
jika akhirnya cintamu harus kubayar dengan airmata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lupakan Hati Ini

Saat daun kering berjatuhan angin kemarau membelai diri ku terdiam terpaku saat kau memilih tinggalkan ku Tapi tak mengapa ku tak membendung tangis kepergianmu anugrah bagiku Semoga kau temukan kebahagiaan disana bersamanya lalui dunia kini ku bahagia bersama sepi Tiada yang lebih baik darimu selain seseorang yang mau mengerti diriku kini ku larut dalam pencarian terakhir kuyakin Tuhan bersamaku

Gelapnya Cinta Karna Luka

Waktu berjalan begitu cepat hingga tak terasa ini rembulan pun telah redup.. cahaya yang dulunya adalah miliknya kini telah musnah ditelan oleh awan gelap yang menyelimutinya... ingin rasanya ku uraikan semua luka ini yang mulai menggelap karena rapuh lewat untaian kata. .. namun aku tak mampu aku tak terlalu kuat untuk menceritakannya.. sesaat air matapun tak terasa menderai mengingat cinta yang kini telah pergi… pergi jauh dan sulit untuk digapai kembali.. bahkan hanya untuk menyapanya pun kini tak lagi mampu... apalagi tuk berfikir bisa kembali bernyanyi bersamanya bagai hari itu.. kepingan demi kepingan luka ku ukir mencoba mengungkap tabir... namun ku tak berdaya luka ini telah membunuhku dalam gelap... bilur-bilur luka mengental harapan cinta telah sirna... akankah semuanya mampu lalui gelapnya hidupku yang gundah ini? Oh..  matahari cepatlah kau terbenam agar aku mampu mencari sinar rembulan itu kembali... meski ku tahu aku akan semakin tercekik dalam k...

Kehampaan Hidup ku Kini

Ku langkahkan kaki ini dalam kegelapan… Tanpa ku tau arah… Dengan membawa segenap luka yang kau tinggal… Langit telah berubah menjadi gelap berkelabu… Setelah kau pergi tinggalkan ku… Mawar merah yang dulu kelihatan indah… Sekarang berubah menjadi Layu… Dahulu kau yang telah meluluhkan hati ku… Sehingga ku dapat mencintaimu… Tapi kini kau telah pergi meninggalkan ku… Aku memang mempunyai banyak kekurangan… Dan aku bukanlah manusia yang sempurna… Rasanya ku ingin terbang bebas… Mencari cinta yang lain… Tapi mana mungkin ku sanggup melakukan itu… Setelah Sayap-sayap ku tlah patah karena mu… Bayangan mu selalu menghantui ku… Ini lah penghujung cintaku… Inilah akhir perjalanan kisah cintaku… Tuhan… Bila ini yang terbaik aku merelakanya… Jangan tumbuhkan rasa benci di dalam hati ini… Meski sakit yang ku rasa… Berikan senyuman pada ku… Agar aku dapat bertahan disini… By: Ria Anggraini